Karanganyar, 31 Mei 2026 – Universitas Sebelas Maret (UNS) (https://uns.ac.id/) Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Bertempat di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, tim pengabdian UNS melaksanakan program bertajuk "Pengembangan Sistem Produksi dan Branding Produk Lokal Berkelanjutan sebagai Pilar Hilirisasi Desa Ekoeduwisata Kemuning." Kegiatan ini diketuai oleh Prof. Okid Parama Astirin, dosen Universitas Sebelas Maret (UNS), dengan dukungan pendanaan dari Program Pemberdayaan Desa Binaan Tahun 2026. Program tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam memperkuat kapasitas masyarakat desa melalui inovasi berbasis potensi lokal.
Pelaksanaan kegiatan FGD dan pelatihan pembukuan keuangan secara sederhana pada mitra sasaran
Mitra utama dalam kegiatan ini adalah UMKM Lumbung Rasa, salah satu pelaku usaha lokal yang mengembangkan berbagai produk olahan khas Desa Kemuning yaitu produksi herbal (jahe), keripik pisang dan roti/cake. Pendampingan difokuskan pada peningkatan sistem produksi yang lebih efisien, terstandar, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat identitas produk melalui strategi branding yang mampu meningkatkan daya saing di pasar. Dalam sambutannya, Okid Parama Astirin menyampaikan bahwa hilirisasi produk lokal tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi strategi penting dalam membangun ekosistem Desa Ekoeduwisata Kemuning yang berkelanjutan. "Produk unggulan desa harus memiliki kualitas yang konsisten, identitas merek yang kuat, serta mampu menceritakan keunikan Desa Kemuning sebagai destinasi ekoeduwisata. Dengan demikian, produk lokal tidak hanya menjadi oleh-oleh, tetapi juga menjadi media promosi desa dan penggerak ekonomi masyarakat," ujar Okid. Dalam kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini juga diserahkan peralatan yang dibutuhkan oleh mitra sasaran untuk meningkatkan produktivitasnya.
Rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, pendampingan teknis, serta identifikasi berbagai potensi pengembangan produk. Tim pengabdian juga memberikan masukan mengenai peningkatan kualitas proses produksi, pengemasan yang lebih menarik, penguatan identitas merek, serta strategi pemasaran yang memanfaatkan media digital agar produk UMKM semakin dikenal oleh pasar yang lebih luas.
Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas UMKM Lumbung Rasa dalam menghasilkan produk yang memenuhi standar mutu, memiliki nilai tambah, serta mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. Selain itu, penguatan branding diharapkan dapat memperkuat citra Desa Kemuning sebagai desa ekoeduwisata yang memiliki produk khas berkualitas dan berkelanjutan.
Program Pemberdayaan Desa Binaan Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Universitas Sebelas Maret ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa berbasis potensi lokal. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan di Desa Kemuning. Hal ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, UNS berharap inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi dapat diimplementasikan secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ke depan, Desa Kemuning diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi ekoeduwisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menghadirkan produk-produk lokal unggulan yang berkualitas, berciri khas, dan memiliki daya saing tinggi.